1/18/2014

Uraian Proses Pembuatan Biodiesel dari RPO

Bahan baku  yang digunakan untuk pengolahan biodiesel yaitu :
1.    Refined Palm Oil (RPO) merupakan minyak hasil kelapa sawit yang telah mengalami proses pemurnian di Refinery.
2.    Metanol (CH3OH) merupakan senyawa alkohol yang digunakan sebagai pereaksi yang akan memberikan gugus alkil kepada rantai trigliserida dalam reaksi biodiesel.
3.    Natrium metilat (NaOCH3) digunakan sebagai katalis (zat yang digunakan untuk mempercepat reaksi),merupakan katakis basa karena mengandung alkalinity 30%.
4.    Asam klorida (HCl) digunakan dalam proses penetralan akatalis di dalam Heavy Phase (Glycerine - water - methanol) dengan kadar (>30%).
Pada proses pembuatan minyak diesel dari minyak nabati yang biasanya dikenal dengan biodiesel ada beberapa tahapan proses yang harus dilalui. Berikut ini akan menguraikan pemilihan proses produksi.
1.    Tahap Persiapan
Tahap persiapan ini bertujuan untuk mencampurkan metanol, RPO, dan katalis agar dihasilkan campuran yang homogen. RPO pada Tangki RPO (TK-111) di pompa kemudian masuk ke Filter (FB-133). Setelah itu RPO dipompa ke Mixer (MX-201), pada Mixer terjadi pencampuran antara RPO, metanol 98% dari Tangki Metanol (TK-234), dan katalis natrium metilat (NaOCH3) dari Gudang Katalis (TK-212) yang dilairkan melalui Conveyor (C-223). Setelah didapatkan campuran yang homogen, kemudian campuran dari RPO, metanol 98%, dan katalis dipanaskan dalam Heater (XH-256) yang bertujuan untuk mengkondisikan suhu sebelum masuk Reaktor (R-301). Campuran RPO, metanol 98%, dan katalis dipanaskan sampai suhu 60oC.
2.   Tahap Transesterifikasi
Didalam Reaktor (R-301) terjadi reaksi transesterifikasi dengan reaksi umum:

Reaktor ini menggunakan pengaduk dengan kecepatan pengadukan 2rps. Lamanya pengadukan adalah 2 jam yang dilkukan pada suhu 60oC-65oC dan takanan 1 atm. Hasil konversi tahap ini dapat mencapai 99,9%. Adapun tahap transesterifikasi ini menghasilkan campuran metil ester, gliserol, metanol yang tidak bereaksi, air, dan katalis.
3.    Tahap Pemisahan dan Pemurnian Metil Ester
Produk intermediate hasil reaksi kemudian dipompakan menuju Separator (CF-401) pada suhu 65oC dan tekanan 1 atm yang berfungsi untuk memisahkan metil ester yang terbentuk dengan gliserol, katalis, air, dan metanol. Adapun di dalam Separator (CF-401) akan terbentuk dua lapisan yaitu lapisan light phase yang berupa metil ester dan juga terbentuk heavy phase yang berupa gliserol, metanol, dan air. Kemudian light phase dipompakan ke Tangki Washing (TK-501), lalu pada Tangki Washing (TK-501) metil ester yang terbentuk di cuci dengan air untuk memastikan metil ester yang terbentuk sudah bebas dari campuran air, katalis, metanol, dan gliserol. Setelah itu metil ester dipanaskan dalam Heater (XH-512) sampai suhu 135oC yang bertujuan untuk mengkondisikan suhu metil ester sebelum masuk ke Vacum Dryer (TK-601). Pada Vacum Dryer (TK-601) air yang rekandung pada metil ester hasil dari proses pencucian diuapkan, proses ini berlangsung pada tekanan vacum dan suhu operasi sebesar 135oC-137oC. Setelah itu metil ester yang terbebas dari air dipompakan ke dalam tangki penyimpan metil ester atau Tangki Biodiesel (TK-612).
4.   Tahap Pengolahan Gliserol
Heavy phase yang terbentuk pada Separator (CF-401) dipompakan ke Netralizer (NR-701) yang bertujuan untuk menetralkan katalis natrium metilat (NaOCH3) dengan adanya penambahan asam klorida. Hasil reaksi dari natrium metilat dan asam kloroda adalah garam natrium klorida dan metanol. Setelah itu campuran dari gliserol, metanol, air, dan natrium klorida dipompakan ke Tangki Washing (TK-723) dengan penambahan air yang bertujuan untuk menghilangkan garam natrium klorida. Setelah itu campuran dari gliserol, metanol, dan air dipompa ke Kolom Distilasi (D-801) yang bertujuan untuk memisahkan metanol dari gliserol dan air, selain itu juga untuk me-recycle sisa metanol yang tidak bereaksi. Pada Kolom Distilasi (D-801) feed masuk pada suhu 27oC, kemudian metanol dengan kadar 98% akan keluar sebagai produk atas karena titik didih metanol lebih rendah dibandingkan dengan gliserol dan air. Bagian bawah Kolom Distilasi beroperasi pada suhu 107oC, dan sebagai produk bawah adalah gliserol dan air. Metanol hasil produk distilasi dialirkan ke Tangki Matanol (TK-234) dan produk bawah dari hasil proses ditilasi dialirkan ke Evaporator (EV-901) yang bertujuan untuk memekatkan gliserol sehingga dihasilkan gliserol dengan konsentrasi 88%-volume. Setelah itu gliserol yang terbentuk dialirkan ke Tangki Gliserol (TK-912). PFD dari uraian proses pembuatan biodiesel dapat di lihat pada gambar di bawah ini.
PFD Uraian Proses Pembuatan Biodiesel dari RPO 

No comments:

Post a Comment