8/24/2015

Proses Pembuatan Gula Cair Tebu (Liquid Cane Sugar)

Proses pembuatan gula cair dari bahan baku tebu secara umum dilakukan dengan beberapa tahap yaitu proses persiapan bahan baku, peroses penggilingan, proses pemurnian, proses penguapan, dan proses penyelesaian (Packing). 

Proses Persiapan Bahan Baku
Setelah tebu ditebang dikebun, kemudian tebu di antar kepabrik secepat mungkin dengan tenggang waktu 24 jam dengan tujuan untuk menjaga kualitas tebu. Karena bila lewat 24 jam kualitas tebu akan ber kurang dikarenkan penguraian  sukrosa  yang  terdapat  dalam  tebu  oleh  mikroorganisme  sehingga kadar gula dalam tebu akan menurun dan tebu akan terasa asam. Setelah truk pengangkut tebu memasuki areal pabrik, truk beserta tebu yang ada didalamnya ditimbang , dan sebelum truk kosong keluar dari halaman pabrik setelah tebu di bongkar, hal ini dilakukan untuk mengetahui berat netto dari tebu yang dibongkar tadi.
Tebu dari truk pengangkutan dijungkitkan dengan menggunakan tenaga pompa hidrolik, sehingga tebu jatuh kedalam lori. Kemudian tebu di bawa ke Cane Table (A-111) lalu pemasukan tebu ke Cane Carrier (J-112) diatur sedemikian rupa sehingga memenuhi kapasitas gilingan yang direncanakan.
Oleh Cane Carrier (J-112) tebu dibawa masuk kedalam cane leverler untuk pengaturan masuk tebu kedalam Cane Cutter I (C-110). pada Cane Cutter I (C-110) tebu dipotong- potong untuk memperkecil ukuran tebu, kemudian selanjutnya Cane Carrier membawa tebu ke Cane Cutter II (C-115) untuk dicacah lebih halus lagi.

8/18/2015

Lintas Jalur 2012 (Oyi beh)

Ga kerasa ya gue udah 2 tahun aja kuliah di ITS, banyak cerita suka dan duka, banyak dapet temen juga pokoknya campur aduk banget lah pokoknya. Ini cerita lanjutan si sebenernya, lebih tepatnya cerita perjalanan gue setelah lulus kuliah D3. Setelah wisuda D3 gue nganggur dulu satu semester buat nunggu pendaftaran Lintas Jalur ITS. Waktu nganggur itu gue pake buat belajar bahasa inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur. Lumayan lah english gue ada peningkatan, ga parah-parah banget. Awalnya gue berempat sama temen-temen gue dari D3 buat daftar ITS, kita semua belajar bareng buat ngadepin tes ITS. Tibalah hari H buat tes, gue ga lupa buat minta doa restu ke Ibu tercinta supaya dimudahkan tesnya, setelah berakhir tes gue sama temen-temen gue ga yakin kalo bakal diterima, tapi yasudahlah pasrah serahin sama Yang Maha Kuasa. :D keesokan harinya gue tes wawancara, gue sama temen-temen gue ga tau nanti pas wawancara bakal ditanyain apa aja, yang penting siapin mental aja dah. Selesai wawancara kita semua makan bareng di warung makan pak kumis, pasti anak ITS tau warung pak kumis. Disitu kita cerita ditanya apa pas wawancara dan kita semua udah pasrah apapun hasilnya nanti.

8/17/2015

Removal Iron from Silica Sand to Get High Purity of Silica using Sonication Method Assited Acid Leaching

Silica sand is one of the most abundant minerals. It occurs in many different settings throughout the geological record. The presence of iron compounds in silica sand is prohibitive to the production of optical fibers, glass, ceramics and refractory materials. Considerable efforts have been devoted to the problem of removing contaminants by physical[1], chemical[2], and biological methods[3]. Sometimes various combinations of these methods are required to upgrade silica sand. The most appropriate method depends on the mineralogical forms and distribution of iron in the particular ore. The photovoltaic manufacturing of cells requires the use of a very pure silica (purity >99.9999 %) for obtaining a silica solar grade[4].
Chemical methods involve upgrading of such minerals with inorganic and organic acids. The most commonly used inorganic acids are sulphuric and hydrochloric , but these are generally costly and the ensuing effluents are environmentally unacceptable. Furthermore, inorganic acids such as sulphuric or hydrochloric acids easily contaminate the minerals with SO42- and Cl-. Thus there is considerable interest in the development of alternative technological means such as organic acid leaching which may be more effective and eco-friendly. Additionally, oxalic acid is found to be the most promising because of its acid strength, good complexing characteristics and high reducing power, compared to other organic acids. Using oxalic acid, the dissolved iron can be precipitated from the leach solution as iron(II) oxalate dihydrate, which can be represented a useful potential feedstock for added-value products. The removal of iron from silica sand with oxalic acid has been studied by several workers. The chemical reactions can be summarized as follows[5]: