3/07/2015

Sonikasi

Sonikasi adalah suatu teknologi yang memanfaatkan gelombang ultrasonik. Ultrasonik adalah suara atau getaran dengan frekuensi yang terlalu tinggi untuk bisa didengar oleh manusia, yaitu kira-kira di atas 20 kHz. Gelombang ultrasonik dapat merambat dalam medium padat, cair, dan gas. Proses sonikasi ini mengubah sinyal listrik menjadi getaran fisik yang dapat diarahkan untuk suatu bahan dengan menggunakan alat yang bernama sonikator. Sonikasi ini biasanya dilakukan untuk memecah senyawa atau sel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Getaran ini memiliki efek yang sangat kuat pada larutan, menyebabkan pecahnya molekul dan putusnya sel. 
Bagian utama dari perangkat sonikasi adalah generator listrik ultrasonik. Perangkat ini membuat sinyal (biasanya sekitar 20 kHz) yang berkekuatan ke transduser. Transduser ini mengubah sinyal listrik dengan menggunakan kristal piezoelektrik, atau kristal yang merespon langsung ke listrik dengan menciptakan getaran mekanis dan kemudian dikeluarkan melewati probe. Probe sonikasi mengirimkan getaran ke larutan yang disonikasi. Probe ini akan bergerak seiring dengan getaran dan mentransmisikan ke dalam larutan. Probe bergerak naik dan turun pada tingkat kecepatan yang tinggi, meskipun amplitudo dapat dikontrol dan dipilih berdasarkan kualitas larutan yang disonikasi. Gerakan cepat probe menimbulkan efek yang disebut kavitasi. Rangkaian alat sonikasi dapat dilihat pada Gambar I.

The Eighteen Power 2


Lama beud ya bersambungnya, maklum gue kan orangnya sok sibuk jadi ga sempet nulis gitu deh. :D
Sekarang gue mau nyeritain bagaimana gue sama temen-temen gue yang ngehits banget ketemu dan sampe akhirnya kita sidang kelulusan. Pertama kali kita dipertemukan di suatu tempat yang sangat bersejarah yaitu gedung FMIPA Unpad, haa lebai dikit boleh kan. Mulai dari situ kita kenalan, dan mulai dari situ juga kita saling mengenal karakter satu sama lain. Semester satu kita udah mulai agak kompak, soalnya kalau ada apa-apa pasti bringka alias bring kadie bring kaditu (istilahnya dari teh puteri).  Semester satu berjalan dengan lancar, karena kita belum terlalu sibuk sama yang namanya praktikum. Laporan praktikum cuma 2-5 lembar, ah masih kecil kan kalau cuma segitu. Masuklah kita ke semester dua, ini semester yang bikin shock buat gue sama temen-temen gue. Coba aja ya bayangkan kita yang dulunya cuma satu praktikum sekarang jadi tiga praktikum, dan bikin laporannya ajib banget dah. Gimana teman-teman seperjuangan, pasti inget banget kan semester dua yang cetar membahana badai. Semester ini juga yang mulai ada konflik satu sama lain, namanya juga hidup pasti ada asem ada manisnya biar lebih berasa. Di semester ini juga adalah semester yang ngebuat sebagian diantara kita ga mandi kalau mau kuliah, ya biasa lah kejar deadline laporan, sampe-sampe waktu kuliah juga di pake buat ngerjain laporan. Pada akhirnya gue dan temen gue bisa melewati semester dua ini. Setelah UAS selesai kita punya rencana buat jalan-jalan ke Pangandaran, sekedar buat refreshing biar rada fresh lah ya sedikit. tapi sangat disayangkan ga semua bisa ikut, karena ada beberapa alasan tertentu. Nah mulai dari Pangandaran ini kita tau ternyata ada yang cinlok diantara kita, tapi karena demi persahabatan, si cewek tetep jadi temen aja, katanya kalo udah jadi pacar pasti beda. Ini ada bebrapa foto yang gue upload saat kita semua liburan.